ARTICLE

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN INDONESIA: POTRET MOMEN PROKLAMASI BERSEJARAH

By Klub Seni Fotografi Bina Nusantara (KLIFONARA) • August 19, 2022

Hi Klifoners!🖤💛

Sebagai warga negara Indonesia, pastinya kita semua sudah dan harus tahu bahwa 17 Agustus 1945 merupakan hari dimana kemerdekaan Indonesia diumumkan melalui pembacaan Teks Proklamasi oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Seokarno. Yang berarti, pada tahun 2022 sekarang ini Indonesia telah merdeka selama 77 tahun.

Tapi tahukah kalian siapa fotografer pertama yang berhasil memotret momen bersejarah ketika Presiden Seokarno membacakan teks Proklamasi? Yuk kita simak sejarahnya bersama!

Pada tanggal 16 Agustus 1945, terdengar kabar di kalangan pemuda bahwa Proklamasi akan diumumkan pada keeseokan harinya, 17 Agustus 1945. Barisan Pelopor sudah mendapatkan perintah untuk mengamankan lapangan Ikada yang sekarang dikenal sebagai kawasan Monas. Kemudian, seorang juru foto Asia Raya yang bernama Frans Mundur dan saudara kandungnya, Alex Mendur yang berprofesi sebagai juru foto kantor berita domei, mendapat kabar tentang Proklamasi yang akan dibacakan di kediaman Presiden Seokarno, yaitu di Jl. Pegangsaan Timur No, 56 Jakarta Pusat.

Setelah mendengar kabar tersebut, kedua saudara kandung itu pergi ke lokasi pembacaan proklamasi dengan jalan yang berbeda. Pada waktu itu, alat yang dimiliki Frans Mendur hanyalah tiga buah plat film (belum ada rol film). Dengan plat film tersebut, Ia menjepret peristiwa bersejarah itu sebanyak tiga kali yaitu, saat Soekarno membacakan teks proklamasi bersama Hatta, saat Latief dan Suhud mengerek bendera merah putih, dan sekali lagi saat pengibaran bendera, namun dengan latar belakang yang terdapat kumpulan masyarakat sedang berjejal menyaksikan proklamasi tersebut.

Tidak lama setelah memotret, keduanya saudara kandung itu baru menyadari bahwa hanya merekalah yang merupakan juru foto di tempat tersebut. Ditambah lagi acara tersebut tidak terdapat persiapan khusus seperti susunan panitia atau seksi acara, kameramen serta wartawan untuk mengabadikan momen yang sangat penting tersebut. Yang mana, acara pembacaan proklamasi tersebut memang berlangsung secara spontan.

Namun, semua itu tidak berjalan lancar begitu saja. Kamera yang dimiliki Alex Mendur harus dirampas oleh tentara Jepang, yang kemudian mereka menghancurkan pelat-pelat negatif karya Alex Mendur. Berbeda dengan Alex, Frans justru mengubur pelat-pelat negatif miliknya di halaman Kantor Asia Raya dan berbohong kepada tentara Jepang yang menggeledahnya bahwa negatif film miliknya telah dirampas oleh Barisan Pelopor pendukung Seokarno. Yang setelah itu, Frans mengambil kembali yang Ia kubur setelah suasananya sudah aman, dan mencetaknya dengan hati-hati tanpa sepengetahuan tentara Jepang (karena bisa dihukum mati) di kamar gelap yang terdapat di Kantor Berita Domei.

Setelah peristiwa tersebut, kedua saudara kandung itu merintis pendirian IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) pada 2 Oktober 1946 di Jakarta. Berkat mereka dengan lensa kameranya, momen penting seputar kemerdekaan dapat terabadikan. Frans melakukan perjalanan Jakarta-Yogyakarta untuk mengabadikan berbagai peristiwa bersejarah, yang kemudian hasil fotonya tersebut ia titipkan kepada sejumlah pilot Filipina. Kemudian, foto-foto itu termuat dalam berbagai media massa luar negeri, hingga dapat membuka mata dunia bahwa terdapat sebuah negara baru di Asia Tenggara yang tumbuh dan berjuang melawan penjajahan.

Jadi, fotografer pertama yang berhasil memotret momen bersejarah kemerdekaan Indonesia adalah Alex Mendur dan Frans Mendur nih. Yang mana, tanpa kerja keras keduanya maka tidak ada dokumentasi proklamasi kemerdekaan. Mereka telah berjuang banyak untuk republik ini lewat lensa kemera miliknya, hebat sekali ya!

Dengan demikian,

KLIFONARA dengan segenap hati mengucapkan selamat hari kemerdekaan yang ke-77 untuk Indonesia yang selalu kami cintai. Merdeka! 🇮🇩

 

Reference:

Ramadhian Fadillah. 2016. ‘Tahukah anda siapa yang memotret momen Proklamasi bersejarah ini?’. Merdeka.com. https://m.merdeka.com/peristiwa/tahukah-anda-siapa-yang-memotret-momen-proklamasi-bersejarah-ini.html