ARTICLE

Aneksasi Ukraina Tenggara Terjadi, PBB Geram

By Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMHI) • October 30, 2022
Sumber: Atlantic Council

 

Jumat, 30 September 2022, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan 4 wilayah Ukraina telah dianeksasi (Outlook India, 2022). Putin dan kepala empat wilayah Ukraina menandatangani nama mereka pada perjanjian untuk bergabung dengan Rusia. Langkah tersebut merupakan eskalasi dramatis dalam konflik 7 bulan antara Rusia dan Ukraina. Putin memerintahkan invasi ke Ukraina – yang dikenal sebagai operasi militer khusus. Empat wilayah Ukraina dianeksasi yakni Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia, Ditambah dengan  Krimea, yang telah dianeksasi Rusia terlebih dahulu di tahun 2014. Tercatat hingga kini Rusia telah mengklaim setidaknya 20% dari total keseluruhan wilayah Ukraina (Outlook India, 2022).

Aneksasi Ukraina Tenggara dapat dibilang merupakan momen untuk mencapai keuntungan setelah 7 bulan. Bagi Putin, ada keuntungan taktis untuk menganeksasi wilayah Ukraina saat itu (Serhan, 2022). Setelah  tujuh bulan gagal mewujudkan ambisi maksimalnya, pemimpin Rusia saat ini terpaksa melepaskan ambisi minimalisnya. Hal tersebut akan membutuhkan pengetatan kontrol mereka atas wilayah Donetsk dan Luhansk timur yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia sejak 2014, dan yang diakui Moskow sebagai wilayah independen pada hari-hari menjelang invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari serta wilayah lain di bawah kontrol militer Rusia.

Respon yang didapatkan Rusia mengenai aneksasi tersebut tentu sudah dapat diduga. Majelis Umum PBB mengecam keras aneksasi Rusia atas empat wilayah Ukraina di Ukraina timur dan selatan (RadioFreeEurope/RadioLiberty, 2022). Lebih dari tiga perempat dari 193 anggota Majelis Umum memberikan suara pada 12 Oktober mendukung resolusi yang menyebut keputusan Moskow tidak sah. Hanya Suriah, Nikaragua, Korea Utara, dan Belarusia yang bergabung dengan Rusia dalam pemungutan suara menentang resolusi tersebut. Tiga puluh lima negara, termasuk China, India, Afrika Selatan dan Pakistan, memutuskan untuk abstain (RadioFreeEurope/RadioLiberty, 2022).

Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang ada dalam pikiran pemimpin Rusia saat ini, tetapi retorika anti-Baratnya telah membawanya ke tingkat yang baru. Jelas, Presiden Putin ingin Barat memahami bahwa Moskow memandang serangan terhadap Ukraina yang diduduki sebagai serangan terhadap Rusia sendiri (Kirby, 2022). Presiden Putin juga telah mengancam akan menggunakan segala cara untuk melindungi wilayah Rusia, termasuk senjata nuklir. Jelas hal tersebut bukanlah gertakan bagi dia dan menteri pertahanan Rusia mengatakan bahwa Rusia lebih condong memerangi Barat dibanding Ukraina. Tetapi ancaman tersebut hanyalah narasi dan propaganda bagi Ukraina (Kirby, 2022).

 

Kesimpulan

Aneksasi Ukraina Tenggara tentu mengundang kontroversi saat ini dan reputasi Rusia semakin menurun. Di sisi lain, Rusia mengklaim bahwa aneksasi tersebut demi masa depan Rusia. Meski menjadi dua mata pedang dari dua pihak yakni Rusia dan komunitas internasional, invasi tersebut tidak akan berakhir tanpa adanya solusi yang menguntungkan bagi Rusia dan Ukraina.

 

Author: Tim Peace & Conflict IRB News

Editor: Sarah Putri Haryadi, Hafsyah Azzahra, Jennifer Clara Aprilia & Viranty Yulia Putri

 

Referensi

Kirby, P. (2022, September 30). What Russian annexation means for Ukraine’s regions. BBC News. https://www.bbc.com/news/world-europe-63086767

Outlook India. (2022, September 30). Ukraine war: Vladimir Putin announces annexation of four Ukrainian regions by Russia. https://www.outlookindia.com/international/ukraine-war-vladimir-putin-announces-annexation-of-four-ukrainian-regions-by-russia-news-227020

RadioFreeEurope/RadioLiberty. (2022, October 12). UN General Assembly condemns Russia’s ‘Illegal annexation’ of Ukrainian regions. https://www.rferl.org/a/ukraine-russia-un-resolution-annexation-referendum/32079736.html

Serhan, Y. (2022, September 29). Why Russia’s annexation of Ukrainian territory matters. Time. https://time.com/6217710/russia-annexation-ukraine-donetsk-luhansk-kherson-aporizhzhia/