ARTICLE

[Interview] Mengenal Muse Indonesia dan Vtuber melalui Daem

By Nippon Club • August 8, 2022
[Interview] Mengenal Muse Indonesia dan Vtuber melalui Daem

Halo minna, bagaimana kabarnya? Pasti kalian baik - baik saja kan. Nippon Club mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Vtuber sekaligus Admin dari Muse Indonesia tidak lain adalah Daem. Kalian yang sering menonton melalui channel Youtube Muse Indonesia, mungkin sudah tidak asing dengan Daem. Yuk, simak artikel ini untuk mengenal Daem lebih lanjut!

[Interview] Mengenal Muse Indonesia dan Vtuber melalui Daem
Pertemuan Jurnalistik NC dengan Daem

Bagaimana perjalanan Daem sebagai vtuber?

Berawal dari ketertarikannya terhadap Airani Iofifteen yang merupakan talent dari Hololive Indonesia dan Muse sendiri yang kala itu berencana untuk membuat PR Campaign. PR Campaign tersebut bertujuan supaya Muse Indonesia tidak terlalu berbau korporat sekaligus mendekatkan hubungan terhadap para viewers. Selain itu, karena Muse adalah platform yang menyediakan anime, Daem merasa vtuber dan anime memiliki keterkaitan yaitu gambar yang bergerak. Dengan demikian, lahirlah Daem sebagai vtuber dan memulai kegiatan kolaborasi dengan vtuber lain.

Bagi Daem, selama menjadi vtuber yang berafiliasi dengan Muse Indonesia, ia merasa tenang karena tidak dikekang oleh peraturan yang terlalu ketat. Hal yang tidak diperkenankan adalah menjelek-jelekkan anime dan lain sebagainya. Untuk karakter vtuber dia sendiri, ia mengatakan bahwa ia menggunakan biayanya sendiri untuk desain karakter dan semua perlengkapannya serta rigging. Hal tersebut dikarenakan ia adalah vtuber indie atau vtuber yang berdiri sendiri. Muse Indonesia sendiri hanya menyediakan sarana atau platform untuk streaming

Pada awal Daem berkonten, ia merasa sangat canggung membawakan konten karena ini merupakan pengalaman awal ia dalam berkonten sebagai vtuber. Dengan demikian, ia mengalami kesulitan selama dua bulan awal berkonten. Bagi Daem, untuk dapat membawakan konten secara lebih lancar, ia belajar bagaimana cara berbicara interaktif hingga pembawaan topik, dan lainnya.

“Jadi jika dianggap secara natural tidak juga karena dibutuhkannya latihan, persiapan, dan lain-lain”. Ujar Daem.

Dalam mencari inspirasi, Daem mengaku bahwa ia lebih tertarik membawakan konten yang ke arah Twitch. Menurut Daem, konten yang ia bawa tidak seperti vtuber pada umumnya sehingga cenderung seperti streamer biasa. Beberapa inspirasinya didapatkan dari kanal yang cukup populer di Twitch seperti Cr1TiKaL, OfflineTV ,dan lain sebagainya. Daem memilih untuk melakukan konten sesuai keinginannya dan mood yang ia punya pada saat melakukan berkonten.

Dalam menanggapi respon negatif, Daem mengatakan bahwa komentar negatif bisa dibawakan menjadi bahan candaan sehingga Daem dan penontonnya dapat membuat suasana negatif tersebut menjadi konten hiburan yang menghibur. Hal itu ia lakukan ketika ia streaming dan biasanya komentar negatif tersebut akan di-pin dan nantinya akan menjadi bahan candaan untuk mencairkan suasana ketika streaming. Daem juga mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan komentar negatif karena tidak ada yang bisa didapat dari komentar tersebut. Daem juga berkata bahwa dalam segala hal kita harus memiliki mental yang kuat. Tanpa mental yang kuat, kita tidak akan mampu menghadapi tantangan yang ada ke depannya.

Selain itu, Daem juga membagikan beberapa tips & trik bagi yang ingin memulai karir sebagai vtuber. Menurut Daem, menjadi vtuber merupakan sebuah hobi yang mahal. Dengan demikian, dibutuhkan modal yang besar jika kita berkeinginan menggeluti bidang yang satu ini. Mulai dari desain 2D hingga alat perangkat yang berkualitas untuk berkonten. Spesifikasi komputer yang tinggi sehingga bisa menjalankan 3 hal secara bersamaan yakni, streaming, gaming, dan software aplikasi yang menampilkan karakter 2D yang bergerak seperti, Vtube Studio.

Tips kedua dari Daem adalah konsisten. Konsistensi dalam berkonten sangat dibutuhkan dikarenakan persaingan yang semakin ketat. Jika kita tidak konsisten dalam berkonten, penonton kita akan perlahan menghilang dan malah lari ke kompetitor. Dengan demikian, kita harus mengatur dan membagikan jadwal kita dalam berkonten supaya penonton mengetahui kapan kita akan melakukan streaming.

Tips ketiga adalah kreatif. Kita harus bisa membuat konten yang sedikit lebih beda dari vtuber lain, bukan lebih baik. Konten yang lebih baik akan selalu ada yang melampaui sehingga konten yang lebih unik lebih berpeluang menarik perhatian orang-orang.

Investasi, konsisten, dan kreatif. Ketiga hal tersebut merupakan tips & trik yang diberikan oleh Daem. Meskipun demikian, Daem mengaku bahwa ia belum sanggup memenuhi tips kedua yakni, konsisten. Hal ini karena ia sibuk dalam hal lainnya sehingga tidak memiliki waktu untuk berkonten. Akan tetapi, ada hal yang berbeda dalam konten Daem yaitu streaming keliling kota yang tentunya belum ada vtuber yang melakukannya selain Daem.

Daem mengatakan bahwa ada beberapa karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi vtuber. Beberapa seperti dibutuhkannya keahlian menyanyi, membawakan konten, dan menciptakan konten yang kreatif. Bagi Daem, ia kurang menyarankan untuk kalangan lelaki menjadi vtuber terutama jika mereka tidak memiliki beberapa karakteristik tersebut dan lebih menyarankan untuk kalangan lelaki sebagai streamer biasa. Sebaliknya dengan kalangan perempuan, Daem akan merekomendasikan kepada perempuan yang memiliki keahlian diatas dan jika ada yang kurang memenuhinya dapat dibantu dengan konten kreatif yang mereka lakukan.

Tanggapan Daem terhadap dunia per-vtuber-an setelah pandemi berakhir. Daem mengatakan bahwa dari segi penonton akan berkurang. Akan tetapi, ketika ada penonton sebelumnya yang suka dengan konten kita. Maka, mereka akan kemungkinan besar akan tetap menonton konten kita jika kita berkonten pada prime time atau jam tayang utama pada sore menjelang malam atau jam pulang kerja. Hal yang menjadi tantangan baru adalah cara memperoleh penonton baru. Dikarenakan aktivitas yang akan kembali normal atau tidak ada yang bekerja dan sekolah dari rumah. Dengan demikian, kesuksesan memperoleh penonton baru bertumpu pada strategi kita dan jadwal stream kita.

[Interview] Mengenal Muse Indonesia dan Vtuber melalui Daem

Perjalanan, pengalaman, serta keinginan Daem di Muse Indonesia

Daem memulai karier awal di Muse Indonesia sebagai editor. Hal tersebut dapat terjadi karena teman Daem saat itu mengajak Daem untuk mendaftar saat Muse Indonesia membuka lowongan pekerjaan dan diterima tanpa diduganya. Daem juga menceritakan bahwa bekerja di Muse Indonesia merupakan pengalaman yang menyenangkan baginya. Ia belajar banyak mulai dari licensing IP (Intellectual Property) atau akuisisi dan mengelola IP dan pentingnya copyright atau hak cipta. Tidak hanya itu, ia juga mengenal banyak orang baru melalui public relation dengan pihak luar. Bagi Daem salah satu hal yang tidak terlupakan olehnya ketika ia dapat menonton anime atau cuplikan anime yang belum tayang dan belum diberi subtitle.

Kemudian kami menanyakan kepada Daem perihal reaksi masyarakat terhadap Muse Indonesia sampai saat ini. Daem mengatakan bahwa anime legal merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Reaksi masyarakat kala itu sangat luar biasa karena menjadi kanal yang menayangkan anime secara legal dengan subtitle Indonesia di Youtube. Namun, hal tersebut memunculkan pertanyaan baru seperti, sebagai kanal yang baru, tentunya anime yang ditayangkan masih sedikit, bagaimana jika penonton lebih memilih situs ilegal dikarenakan anime yang ditayangkan lebih lengkap?

Daem mengatakan bahwa inilah yang menjadi visi dan misi bagi tim PR. Tim PR kala itu melakukan kampanye berupa “Tontonlah anime secara legal jika memungkinkan”. Jika anime yang ingin ditonton tidak ada di Muse atau situs legal lainnya. Maka, hal itu menjadi kebebasan bagi Anda.

Lalu kami menanyakan kembali bahwa sejauh Muse Indonesia berjalan sampai sekarang, menurut Daem, apa yang ingin ia tingkatkan lebih lagi di Muse Indonesia? Daem kemudian menjawab bahwa ia ingin membuat vtuber terutama di Indonesia menjadi suatu hal yang mainstream. Menurutnya sayang saja jika, orang biasa tidak mencoba mencicipi konten yang disajikan para vtuber. Daem dengan vtuber lainnya pun akan berusaha meningkatkan kualitas konten yang mereka buat agar dapat dinikmati oleh banyak kalangan.

Minna, sekian beberapa hal yang kami tertarik tanyakan kepada Daem. Menarik bukan bagaimana Daem menceritakan pengetahuan dan pengalamannya dalam interview singkat ini.. Sekian artikel kali ini, semoga artikel ini dapat menghibur dan mengisi rasa penasaran kalian. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Author : Eru & Tio

Editor : Nao